Selasa, 30 Maret 2010

karya tulis pendidikan kewarganegaraan

KARYA TULIS
PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN
PENGARUH GLOBALISASI













NAMA : RAYNA DALINTA G
NPM : 11208394
KELAS : 2EA14


UNIVERSITAS GUNADARMA
2010


PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP BANGSA INDONESIA

Dalam era globalisasi dapat dikatakan bahwa dunia semakin kecil dan sempit sehingga hubungan antarbangsa dan antarnegara semakin dekat, komunikasi dan transportasi semakin cepat dan saling mempengaruhi. Bagi kehidupan bangsa Indonesia, masuknya pengaruh asing dalam era globalisasi ini sudah tidak dapat dibendung lagi sehingga bangsa Indonesia harus dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) agar mampu menyeleksi masuknya budaya asing. Selain itu, bangsa Indonesia harus mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain di dunia dalam berbagai bidang.
Kebanyakan negara-negara berkembang pada masa sekarang ini, belum siap untuk menyongsong perubahan dengan frekuensi yang begitu tinggi akibat kemajuan Iptek, khususnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi serta transportasi. Hal ini disebabkan karena kebanyakan negara berkembang belum dapat memanfaatkan globalisasi secara optimal.
Ada beberapa peluang dan tantangan yang diakibatkan oleh globalisasi yaitu :
Arus globalisasi Peluang Tantangan
Pasar bebas Kesempatan untuk mengekspor hasil produksi luar negeri Produk yang dipasarkan harus berkualitas dan kompetitif dengan harga yang dapat dijangkau oleh pasar global
Iptek Perkembangan Iptek menjadi mudah dan cepat diterima Dampak dari Iptek bias menimbulkan pengangguran yang besar
Budaya Aktivitas social dan adaptasi budaya asing ke dalam budaya bangsa mudah berinteraksi dan terintegrasi Harus mampu menciptakan filter terhadap budaya yang berdampak negative
Bisnis dan Pemerintah Membuka selebar-lebarnya agar investor dapat menanamkan investasinya Bisnis menjadi terbuka (transparan) dan professional, banyak wisatawan mancanegara yang dating sehingga menambah pendapatan perkapita
Lapangan Kerja Terbuka dan banyak Persaingan semakin ketat, inovasi, dan kreatif


PENGARUH GLOBALISASI DALAM BIDANG EKONOMI, POLITIK, SOSIAL BUDAYA
Globalisasi bukanlah sebuah proses yang berdiri sendiri. Ada sebab-sebab social, ekonomi, dan politik tertentu yang melatarbelakangi dan mempermudah perkembangannya. Globalisasi mempengaruhi ekspresi, kepercayaan, media, nilai-nilai, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Globalisasi di satu sisi telah menciptakan peluang yaitu suasana kehidupan manusia yang semakin mudah, nyaman, praktis, berkualitas, seta bekerja semakin cepat dan efisien. Di sisi lain, globalisasi dapat menimbulkan tantangan bagi seseorang. Untuk memperjelas pengaruh globalisasi dalam berbagai bidang, maka dapat diuraikan sebagai berikut.
1. Bidang Ekonomi
Munculnya globalisasi ekonomi ditandai dengan semakin menipisnya batas-batas geografi dari kegiatan ekonomi atau pasar secara nasional dan regional. Dengan demikian, banyak negara yang terlibat menjadi satu proses global/mendunia mengikuti kekuatan pasar global sehingga tidak ada koreksi dari pemerintah. Banyak produk yang tidak mencantumkan bendera negara asal atau masih banyak lagi batasan-batasan yang hilang dari identitas negara yang memproduksinya.

Begitu pula dengan kedaulatan pemerintahan negara dalam menentukan kegiatan ekonomi negara, secara perlahan aturan-aturan menghilang. Komunikasi dan transportasi semakin canggih dan murah. Metode produktif dan perakitan dengan mekanisme manajemen yang semakin efisisen.

Proses globalisasi diwujudkan dalam bentuk perdagangan bebas tanpa hambatan. Jelas hal itu mempengaruhi perdagangan, produksi, investasi, pasar kerja, dan pasar uang. Masyarakat di abad ini merupakan yang mega kompetitif. Bahkan kompetisi telah menjadi prinsip atau nilai hidup manusia dalam dunia baru yang terbuka dan penuh persaingan untuk melakukan sesuatu yang lebih baik. Manusia kompetitif menuntut manusia untuk terus merubah dan terus mengejar kualitas dan unggulan.

2. Bidang Politik
Globalisasi mempengaruhi aplikasi kekuasaan, hubungan internasional, kedaulatan negara dan organisasi Internasional. Termasuk di dalamnya adalah perbatasan antarnegara tetangga atau bentuk perjanjian-perjanjian/traktat internasional. Misalnya hubungan Indonesia dan Malaysia yang semula bersahabat, sempat berselisih paham karena masalah TKI illegal, penyelundupan kayu oleh warga Malaysia, lepasnya Pulau Sipadan dan Ligitan, dari wilayah Indonesia dan kini menjadi bagian kedaulatan Malaysia. Ditambah lagi dengan sengketa Blok Ambalat yang berdekatan dengan Pulau Sipadan dan Ligitan menjadi perebutan kedua belah pihak. Masih banyak lagi masalah-masalah yang dapat timbul yang kemungkinan mempengaruhi stabilitas politik Indonesia di era globalisasi ini.

3. Bidang Sosial Budaya
Globalisasi memberikan peluang munculnya pluralism dan multikulturalisme. Dalam menghadapi kondisi itu, negara Indonesia telah mempunyai landasan dan pedoman yang tangguh dan baik, yaitu Pancasila. Berdasarkan nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia seharusnya mampu menyaring nilai-nilai budaya luar sehingga dapat mewujudkan kehidupan yang maju, tertib, tentram, adil, dan makmur tanpa mengurangi atau menghilangkan kepribadian bangsa Indonesia.

PENGARUH GLOBALISASI TERHADAP KEHIDUPAN BERBANGSA DAN BERNEGARA

Di era globalisasi, gejala keterbelakangan dan kemiskinan masih menandai banyak masyarakat di berbagai belahan dunia, sementara sejumlah besar masyarakat lainnya maju pesat serentak bersama perkembangan ilmu dan teknologi. Kecenderungan globalisasi dalam wujud sistem dan pembangunan sebagai tatanan era baru dalam hubungan antarbangsa menjadikan jagad kita sebagai arena persaingan yang keras dalam pergaulan antarbangsa

Dalam tingkat globalisasi yang optima, arus perdagangan baik arus produk maupun factor-faktor produksi seperti tenaga kerja dan modal dapat mengalami lintas negara. Secara garis besar pengaruh globalisasi terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dijelaskan melalui sisi terang dan sisi gelap globalisasi.

Jika dilihat dari sisi terang globalisasi maka :
1. Globalisasi mempercepat pertumbuhan ekonomi
Negara-negara sedang berkembang yang telah mebuka diri terhadap perdagangan luar negari dan penanaman modal asing (PMA) seperti RRC, India, negara-negara ASEAN termasuk Indonesia, Argentina, dan Meksiko di Amerika Selatan, Hungaria, dan Polandia di Eropa Timur serta Ghana dan Uganda di Afrika, justru telah mencapai pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dibandingkan dengan periode sebelumnya. Sebaliknya, negara-negara seperti Pakistan, Nigeria, dan beberapa negara bekas Uni Soviet yang relative belum membuka ekonomi terhadap investasi dan perdagangan luar negeri, tingkat pertumbuhan ekonominya rendah.

2. Globalisasi mempercepat terwujudnya pemerintahan yang demokratis dan masyarakat madani dalam skala global
Menurut Madison (1998) “Globalisasi merupakan kekuatan yang efektif terutama bagi terbentuknya masyarakat madani. Akibat dari tekanan ekonomi secara global, banyak negara yang mengadopsi praktik-praktik pasar bebas sehingga masyarakat pluralities yang beradab atau individu. Selain itu, globalisasi dapat mengikis pemerintah otoriter dan birokrasi yang berbelit-belit. Individu dan swasta berperan dalam percaturan bisnis”.

3. Globalisasi tidak mengurangi ruang gerak pemerintah dalam kebijakan ekonomi dunia dan mendukung pertumbuhan ekonomi
Meskipun perekonomian setiap negara akan dikendalikan oleh pasar global, kenyataannya masih cukup luas ruang gerak kebijakan pemerintah di bidang ekonomi. Pada tingkat structural adjustment, yaitu kebijakan-kebijakan yang menopang pertumbuhan ekonomi dalam panjang tetap dikhendaki oleh pemerintah. Misalnya pengeluaran pemerintah, transfer, atau peraturan-peraturan yang mendukung pertumbuhan ekonomi jangka panjang seperti pendidikan, penelitian, dan pengembangan, pengendalian terhadap monopoli atau pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

4. Globalisasi tidak berlawanan dengan desentralisasi
Globalisasi maupun prinsip desentralisasi dapat berjalan secara berdampingan karena keduanya menuntut adanya akuntabilitas public, keterbukaan dalam penyelenggaraan pemerintahan, penghargaan, yang tinggi pada Hak Asasi Manusia (HAM) dan kepatuhan hukum serta pemerintahan yang bertanggung jawab.

5. Globalisasi bukan penyebab krisis ekonomi
Salah satu sebab krisis moneter Indonesia adalah karena para pelaku modal memasuki pasar modal internasional dengan kondisi institusi keuangan dan economic governance yang lemah, bukan adanya pasar global.
Jika dilihat disisi gelap globalisasi maka :
a. Globalisasi menyebabkan adanya pasar bebas yang akan menguntungkan negara maju saja karena yang lebih siap menghadapi persaingan pasar bebas adalah negara maju.
b. Semakin tidak jelasnya batas-batas politik dan ekonomi antarnegara
c. Terancamnya jati diri bangsa

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar